LAMPUNGTIMUR--Farul Kurniawan (22), pelaku pembunuhan di Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai, roboh tersungkur dihadiahi timah panas tim Tekab 308 Polres Lampung Timur pada kakinya karena berusaha melawan dan mencoba melarikan diri saat akan dilakukan penangkapan di wilayah Kecamatan Gunung pelindung, Lampung Timur, Senin (1/6/2026) sore kemarin sekitar pukul 16:00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Boyoh membenarkan terkait penangkapan pelaku pembunuhan tersebut. Pengungkapan kasus pembunuhan tersebut, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
“Benar, pelaku pembunuhan berinisial FK telah ditangkap di tempat persembunyiannya di wilayah Kecamatan Gunung Pelindung, Senin sore kemarin,”kata dia dalam keterangannya, selasa (2/6/2026).
Ketika dilakukan penangkapan, lanjutnya, pelaku FK mencoba melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas melumpuhkan pelaku dengan timah panas pada kaki pelaku.
“Karena sempat terjadi adanya perlawanan, terpaksa diberikan tindak tegas dan terukur sesuai prosedur kepada pelaku,”ujarnya.
Dari lokasi penangkapan, turut diamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa senjata tajam yang diduga berkaitan dengan aksi pembunuhan, dua unit sepeda motor, alat bekas sisa pakai narkoba serta plastik klip.
“Pelaku berikut sejumlah barang bukti, saat ini telah diamankan di Molres Lampung Timur guna menjalani pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,”terangnya.
Boyoh mengungkapkan, berdasarkan keterangan hasil pemeriksaan awal, pelaku FK tega menghabisi nyawa korban Tomas Agung Adi Wijaya (26), warga Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati atau dendam pribadi terhadap korban.
“Motif sementara dari pengakuan pelaku, lantaran dendam pribadi. Namun kami masih terus mendalami untuk memastikan latar belakang sebenarnya,”pungkasnya.
Diketahui, penemuan mayat seorang laki-laki bernama Tomas Agung Adi Wijaya (26) menghebohkan warga Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Jasad korban ditemukan warga di dekat saluran irigasi desa setempat, Senin (1/6/2026) dinihari sekira pukul 01.30 WIB.
Saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan dengan sejumlah luka terbuka ditubuhnya diantaranya pada bagian leher, pipi kiri, telinga, lengan kanan hingga jari tangan kiri diduga akibat sabetan senjata tajam.
Berdasarkan informasi, korban sempat dijemput seorang pria menggunakan sepeda motor, Minggu (31/5/2026) malam sekira pukul 23.00 WIB. Taklama kemudian, sejumlah warga sempat mendengar suara ribut (cekcok) dari area persawahan yang berjarak sekitar 300 meter dari permukiman.
Curiga dengan suara keributan itu, warga mencoba mendatangi lokasi tersebut dan menemukan korban sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka serius bekas sabetan senjata tajam disejumlah tubuhya.
Mendapat laporan adanya penemuan mayat tersebut, tim Resmob Satreskrim Polres Lampung Timur bersama Unit Reskrim Polsek Labuhan Maringgai langsung menuju ke lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Dari keterangan yang dihimpun kepolisian, sesaat sebelum korban ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bekas sabetan senjata tajam ditubuhnya, seorang saksi mendengar suara teriakan dari arah pondok tempat kejadian dan suara teriakan itu diduga berasal dari korban.
Taklama setelah suara teriakan itu terdengar, kemudian saksi melihat seorang pria meninggalkan lokasi tersebut dengan menggunakan sepeda motor. (Yok/Red)